Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

KEMERDEKAAN SUATU BANGSA TIDAK JAUH DARI IDEOLOGI LELUHUR BANGSANYA

“Pulau Papua dan Alam Papua dengan tatanannya, ideologi leluhur bersama manusia Ras Melanesia Negroid kulit hitam dan rambut keriting di mata dunia bersaksi. Mempunyai simbol kehidupan merdeka oragnisasi kenegaraan yang murni, perlu di benahi secara seksama antar bangsa dukung mendukung di akui secara damai sesuai kedudukan bangsa tercipta di muka dunia Papua sambil menghapuskan penjajahan kolonial”

PAPUANISATIONS ; Kemerdekaan suatu bangsa tidak pernah jauh dari tatanan hidup ideology bangsannya sendiri. Dengan jati diri kebenara tidak pernah adopsi dan interfensi dari budaya bangsa lain. Ideologi bangsa lain interfensi karenanya perlu di dorong atas membela hak dan kebenaran hidup bangsa dan interfensi karena adanya kekayaan berlimpah yang berkuras dengan sistematika politis kejangka secara licik adalah bagian dari penindasan dan penggeseran hidup atas bangsanya.

Suatu bangsa itu punya jati diri hak di layaknya Merdeka berdiri sendiri atas tatanan alami yang murnih leluhur. Tidak di bantah dan di batasi oleh bangsa lain melawan ideologi kebenaran dari ideologi bangsa lain. Perlunya saling memperingatkan dan saling mendorong untuk mendirikan sebuah ideologi dengan damai, sebuah catalog organisasi kenegaraan abadi. Biar ideologi bangsa itu sendiri di pelihara dan di jaga di lindungi bangsanya sendiri.

Adanya factor di jajah dengan interfensinya atas ideologi bangsa kebenaran perlu di pecahkan hukum di muka dunia dengan ketegangan ketentuan hukum berlaku atas nama bangsa-bangsa dunia. Sebab walaupun di jajah dan bantah apapun Ideologi bangsa adalah hidup melalui Alam hidup di lingkungan, tanah, Alam bersama manusia sekitarnya, tidak mungkinkan dapat kepunahan habiskan dari segi apa saja. Karena telah rekam batin alam, Sejarah leluhur setiap bangsa dengan tatanannya.

Suatu serumpun bangsa dan suku bangsa mempunyai tatanan tercipta di balik Alam hidup tersendiri yang abadi dengan animism monoteisme atas kreatifitas lingkungan. Karena manusia dan Alam telah kenal menyatu saling menyapa batinnya berlanjut.

Kemerdekaan suatu bangsa tidak pernah jauh dari leluhur bangsanya, adalah syarat-ayarat murni yang selalu terlihat di mata manusia terungkap sebagai budaya dan adat tercipta abadi setempat adalah :


  1. Nama bangsa tersebar dan terkenal tercipta;
  2. Serumpun Ras keberadaan manusia yang tercipta
  3. Bentuk tatanan kehidupan manusia setempat adalah Ras warna kulit, Rambut dan lain-lain tercipta
  4. Bentuk dan tatanan bahasanya tercipta;
  5. Bentuk dan tatanan ideologi budaya karakter kehidupan;
  6. Bentuk dan ciri terukir kreatifitas budaya bangsa seperti pakaiaan, membuat rumah, panah busur, berburu-kebun, kreatifitas variasi lainnya
  7. Mempunyai Tanah dan Alam lingkungannya;
  8. Mempunyai kepala Adat bangsa itu sendiri;
  9. Mempunyai tatanan sejarah leluhur bangsanya
  10. Dan lain-lain


Antropologi sosial kedudkan bangsa –bangsa di dunia yang mempunyai terusuri peninggalan di sebut Arkeologi murni tulang berulang atas bangsanya sendiri, tercipta tatanan Alamiah. Adalah mempunyai Simbol kehidupan dasar perlunya berkibar simbol kehidupan masing-masing secara resmi antar bangsa di mata dunia. 


Berdasarkan Kreatifitas kedudukan suku bangsa tidak pernah diam sebagai hak hidup perlunya bersuara mengkokohkan diri diatas realita kedudukan bangsa yang tercipta lahir di muka bumi tanah mereka.


“Berlunya Bentuk oranisasi kenegaraan sesuai kedudukan bangsa itu sendiri dengan damai saling akui atas kedudukan bangsa dengan ideology leluhur yang telah tertata tercipta alami”. Harus kibarkan bendera simbol budaya bangsa atas kebenaran kedudukan bangsaterluluhur abadi.


Agus Mote)* “Pembela hak-hak kedudukan bangsa di dunia”

TAHUN 1961 ADALAH TAHUN KEMERDEKAAN NEGARA REPUBLIK PAPUA BARAT

PAPUANISASI : Rakyat papua dimana pun berada selalu memperingati  1 desember adalah  hari kemerdekaan Negara Papua Barat telah berdaulat 1 desember tahun 1961, momentum bagi rakyat papua mengesankan setiap tahun  dan telah berlalu selama 53 tahun Hut kemerdekaan dari tahun 1 Desember 1961 hingga 2014 sedang berjalan adalah hari dan tahun kemerdekaan papua barat yang tidak akan lupa dan tinggalkan selamanya. Sampai penetapan kemerdekaan Negara Republik Papua barat akan terkibar dengan bendera bintang kejora bendera Negara di tanah papua bagian barat.

Dimana rakyat papua barat berada selalu memperingati hari kemerdekaan adalah 1 desember adalah hari keselamatan dari tangan penjajahan dan pembunuhan oleh Negara-negara yang telah di jajah dan sedang di jajah oleh Negara Indonesia sedang menjalani 53 tahun. 

Rakyat papua merasa diri telah merdeka dan berdaulat pada tahun 1961 di portnumbay sekarang di beri nama kota jayapura adalah Ibu kota Negara Republik Papua barat. Tahun-tahun berlanjut pun juga selalu memperingati hari kemerdekaan telah terjadi 1961 sebelum masuknya penjajah Negara Indonesia di tanah papua barat. 

Negara belanda telah terbina di bawa landasan berkibarnya bendera bintang kejora di bawah sebelum tahun 1961.  Kemudian tahun 1962 proses menjatuhkan Negara Republik Papua Barat oleh Negara Indonesia kerja sama dengan Negara amerika serikat akhirnya tahun 1963 papua integrasi ke Indonesia dengan ketentuan “di bawah hukum kekuasaan internasional bukan kekuasaan Negara Indonesia”.  

Negara Republik Papua Barat integrasi ke Negara Indonesia karena hanya kepentingan kekayaan PTFI dengan ketentuan kontrak, bukan benar-benar papua barat masuk ke Negara indonenesia. Tetapi mereka tetapkan Negara papua barat tetap berjuang sampai kemerdekaan di bawah pidato sukarno “biarlah rakyat papua menentukan nasibnya sendiri di masa depan”.

Negara Indonesia merebut tanah papua barat dengan berbagai cara yang mereka jalani dengan fisik selama 53 tahun di tanah papua barat. Di bawa wawasan dan landasan bintang kejora bendera Negara Papua Barat sejak tahun 1961.   

Kemerdekaan Negara Papua Barat 1961 telah terjadi di mata public internasional dengan menyaksikan diri sekaligus intervensinya yaitu :

  1.    Kemerdekaan Negara Papua Barat 1961di mata Negara Belanda
  2.  Kemerdekaan Negara Papua Barat 1961di mata Negara Amerika
  3.  Kemerdekaan Negara Papua Barat 1961di mata Negara Indonesia
  4.  Kemerdekaan Negara Papua Barat 1961di mata Negara Kesaksian dan dukungan
Ketiga Negara adu domba hanya untuk intervensinya atas kekayaan tanah papua bagian barat. Ketiga Negara menindas salah satu Negara diantara mereka yaitu Negara Papua Barat yang telah bentuk terorganisir 1961. Tetapi ketiga Negara interfensi campur tangan tersembunyi identitas Negara yang jelas di mata mereka. 

Kini sebagai momentum bagi rakyat papua sedang mengecek berjuang identitas Negara yang telah sembunyi di agenda negara-negara kepentingan kapitalisme kekayaan tanah papua begitu berlimpah telah berdirinya PTFI di timika. Rakyat papua sedang berjuang sejalan dengan demokrasi mengesankan di mata dunia.

Maka rakyat papua menyatakan Negara Republik Papua Barat telah berdaulat 1 desember 1961 sekarang 2014 menjalani 53 tahun  kedaulatan negara papua barat.

Rakyat papua meminta pengakuan negara Indonesia, negara belanda, negara amerika, atas intervensi campur tangan kepentingan kapitalisme kekayaannya.

We Want To Referendum)*

Amoyepai)* …. Pembela hak dan kebenaran kedudukan negara dan bangsa)





DASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT


Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?
Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?
Kapan mereka mau berhenti berjuang? 
Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:
1. hak
2. budaya
3. latarbelakang sejarah
4. realitas sekarang 





ad 1. Hak

Kemerdekaan adalah »hak« berdasarkan Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration on Human Rights) yang menjamin hak-hak individu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri (the right to self-determination) ditetapkan.

»All peoples have the right of self-determination. By virtue of that right they freely determine their political status and freely pursue their economic, social and cultural development - Semua bangsa memiliki hak penentuan nasib sendiri. Atas dasar mana mereka bebas menentukan status politik mereka dan bebas melaksanakan pembangunan ekonomi dan budaya mereka«

(International Covenant on Civil and Political Rights, Article 1). Nation is used in the meaning of People (Roethof 1951:2) and can be distinguished from the concept State - Bangsa digunakan dalam arti Rakyat (Roethof 1951:2) dan dapat dibedakan dari konsep Negara (Riop Report No.1). Riop menulis bahwa sebuah negara dapat mencakup beberapa bangsa, maksudnya kebangsaan atau rakyat (A state can include several nations, meaning Nationalities or Peoples).

Ada dua jenis the right to self-determination (hak penentuan nasib sendiri), yaitu external right to self-determination dan internal right to self-determination.

External right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri untuk mendirikan negara baru di luar suatu negara yang telah ada. Contoh: hak penentuan nasib sendiri untuk memiliki negara Papua Barat di luar negara Indonesia. External right to self-determination, or rather self-determination of nationalities, is the right of every nation to build its own state or decide whether or not it will join another state, partly or wholly (Roethof 1951:46) - Hak external penentuan nasib sendiri, atau lebih baiknya penentuan nasib sendiri dari bangsa-bangsa, adalah hak dari setiap bangsa untuk membentuk negara sendiri atau memutuskan apakah bergabung atau tidak dengan negara lain, sebagian atau seluruhnya (Riop Report No.1). Jadi, rakyat Papua Barat dapat juga memutuskan untuk berintegrasi ke dalam negara tetangga Papua New Guinea. Perkembangan di Irlandia Utara dan Irlandia menunjukkan gejala yang sama. Internal right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri bagi sekelompok etnis atau bangsa untuk memiliki daerah kekuasaan tertentu di dalam batas negara yang telah ada. Suatu kelompok etnis atau suatu bangsa berhak menjalankan pemerintahan sendiri, di dalam batas negara yang ada, berdasarkan agama, bahasa dan budaya yang dimilikinya. Di Indonesia dikenal Daerah Istimewa Jogyakarta dan Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah daerah-daerah semacam ini biasanya dilimpahi kekuasaan otonomi ataupun kekuasaan federal. Sayangnya, Jogyakarta dan Aceh belum pernah menikmati otonomi yang adalah haknya. 

ad 2. Budaya

Rakyat Papua Barat, per definisi, merupakan bagian dari rumpun bangsa atau ras Melanesia yang berada di Pasifik, bukan ras Melayu di Asia. Rakyat Papua Barat memiliki budaya Melanesia. Bangsa Melanesia mendiami kepulauan Papua (Papua Barat dan Papua New Guinea), Bougainville, Solomons, Vanuatu, Kanaky (Kaledonia Baru) dan Fiji. Timor dan Maluku, menurut antropologi, juga merupakan bagian dari Melanesia. Sedangkan ras Melayu terdiri dari Jawa, Sunda, Batak, Bali, Dayak, Makassar, Bugis, Menado, dan lain-lain.

Menggunakan istilah ras di sini sama sekali tidak bermaksud bahwa saya menganjurkan rasisme. Juga, saya tidak bermaksud menganjurkan nasionalisme superior ala Adolf Hitler (diktator Jerman pada Perang Dunia II). Adolf Hitler menganggap bahwa ras Aria (bangsa Germanika) merupakan manusia super yang lebih tinggi derajat dan kemampuan berpikirnya daripada manusia asal ras lain. Rakyat Papua Barat sebagai bagian dari bangsa Melanesia merujuk pada pandangan Roethof sebagaimana terdapat pada ad 1 di atas. 

ad 3. Latarbelakang Sejarah

Kecuali Indonesia dan Papua Barat sama-sama merupakan bagian penjajahan Belanda, kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis paralel maupun hubungan politik sepanjang perkembangan sejarah. Analisanya adalah sebagai berikut:

Pertama: Sebelum adanya penjajahan asing, setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatanan pemerintahan tradisional di beberapa daerah, di mana, sebagai contoh, seorang Ondofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbai. Dari dalam tingkat pemerintahan tradisional di Papua Barat tidak terdapat garis politik vertikal dengan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia ketika itu.

Kedua: Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda dengan Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Misalnya, gerakan Koreri di Biak dan sekitarnya, yang pada awal tahun 1940-an aktif menentang kekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinan Stefanus Simopiaref dan Angganita Menufandu, lahir berdasarkan kesadaran pribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing.

Ketiga: Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia tidak sama dengan lamanya penjajahan Belanda di Papua Barat. Indonesia dijajah oleh Belanda selama sekitar 350 tahun dan berakhir ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Papua Barat, secara politik praktis, dijajah oleh Belanda selama 64 tahun (1898-1962).

Keempat: Batas negara Indonesia menurut proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah dari »Aceh sampai Ambon«, bukan dari »Sabang sampai Merauke«. Mohammed Hatta (almarhum), wakil presiden pertama RI dan lain-lainnya justru menentang dimasukkannya Papua Barat ke dalam Indonesia (lihat Karkara lampiran I, pokok Hindia Belanda oleh Ottis Simopiaref).

Kelima: Pada Konferensi Meja Bundar (24 Agustus - 2 November 1949) di kota Den Haag (Belanda) telah dimufakati bersama oleh pemerintah Belanda dan Indonesia bahwa Papua Barat tidak merupakan bagian dari negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Status Nieuw-Guinea akan ditetapkan oleh kedua pihak setahun kemudian. (Lihat lampiran II pada Karkara oleh Ottis Simopiaref).

Keenam: Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi di bawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera national »Kejora«, »Hai Tanahku Papua« sebagai lagu kebangsaan dan nama negara »Papua Barat«. Simbol-simbol kenegaraan ini ditetapkan oleh New Guinea Raad / NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikan pada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telah diakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda.

Ketujuh: Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Barat merupakan daerah perwalian PBB di bawah United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakan daerah perselisihan internasional (international dispute region). Kedua aspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasional dan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesia bahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah.

Kedelapan: Pernah diadakan plebisit (Pepera) pada tahun 1969 di Papua Barat yang hasilnya diperdebatkan di dalam Majelis Umum PBB. Beberapa negara anggota PBB tidak setuju dengan hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) karena hanya merupakan hasil rekayasa pemerintah Indonesia. Adanya masalah Papua Barat di atas agenda Majelis Umum PBB menggaris-bawahi nilai sejarah Papua Barat di dunia politik internasional. Ketidaksetujuan beberapa anggota PBB dan kesalahan PBB dalam menerima hasil Pepera merupakan motivasi untuk menuntut agar PBB kembali memperbaiki sejarah yang salah. Kesalahan itu sungguh melanggar prinsip-prinsip PBB sendiri. (Silahkan lihat lebih lanjut pokok tentang Pepera dalam Karkara oleh Ottis Simopiaref).

Kesembilan: Rakyat Papua Barat, melalui pemimpin-pemimpin mereka, sejak awal telah menyampaikan berbagai pernyataan politik untuk menolak menjadi bagian dari RI. Frans Kaisiepo (almarhum), bekas gubernur Irian Barat, pada konferensi Malino 1946 di Sulawesi Selatan, menyatakan dengan jelas bahwa rakyatnya tidak ingin dihubungkan dengan sebuah negara RI (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Johan Ariks (alm.), tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun 1960-an, menyampaikan secara tegas perlawanannya terhadap masuknya Papua Barat ke dalam Indonesia (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Angganita Menufandu (alm.) dan Stefanus Simopiaref (alm.) dari Gerakan Koreri, Raja Ati Ati (alm.) dari Fakfak, L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-Demokratische Volkspartij, Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-Persatuan Orang Nieuw-Guinea, Barend Mandatjan (alm.), Ferry Awom (alm.) dari Batalyon Papua, Permenas Awom (alm.), Jufuway (alm.), Arnold Ap (alm.), Eliezer Bonay (alm.), Adolf Menase Suwae (alm.), Dr. Thomas Wainggai (alm.), Nicolaas Jouwe, Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya dengan cara masing-masing, pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat yang berbeda memprotes adanya penjajahan asing di Papua Barat. 

ad 4. Realitas Sekarang

Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadi kuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain. Di samping itu, penyandaran diri setiap kali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibat dari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia. Perlawanan menjadi semakin keras sebagai akibat dari (1) penindasan yang brutal, (2) adanya ruang-gerak yang semakin luas di mana seseorang dapat mengemukakan pendapat secara bebas dan (3) membanjirnya informasi yang masuk tentang sejarah Papua Barat. Rakyat Papua Barat semakin mengetahui dan mengenal sejarah mereka. Kesadaran merupakan basis untuk mentransformasikan realitas, sebagaimana almarhum Paulo Freire (profesor Brasilia dalam ilmu pendidikan) menulis. Semangat juang menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri.

Pada tahun 1984 terjadi exodus besar-besaran ke negara tetangga Papua New Guinea dan empat pemuda Papua yaitu Jopie Roemajauw, Ottis Simopiaref, Loth Sarakan (alm.) dan John Rumbiak (alm.) memasuki kedutaan besar Belanda di Jakarta untuk meminta suaka politik. Permintaan suaka politik ke kedubes Belanda merupakan yang pertama di dalam sejarah Papua Barat. Gerakan yang dimotori Kelompok Musik-Tari Tradisional, Mambesak (bahasa Biak untuk Cendrawasih) di bawah pimpinan Arnold Ap (alm.) merupakan manifestasi politik anti penjajahan yang dikategorikan terbesar sejak tahun 1969. Kebanyakan anggota Mambesak mengungsi dan berdomisili di Papua New Guinea sedangkan sebagian kecil masih berada dan aktif di Papua Barat. 

Dr. Thomas Wainggai (alm.) memimpin aksi damai besar pada tanggal 14 Desember 1988 dengan memproklamirkan kemerdekaan negara Melanesia Barat (Papua Barat). Setahun kemudian pada tanggal yang sama diadakan lagi aksi damai di Numbai (nama pribumi untuk Jayapura) untuk memperingati 14 Desember. Dr. Thom Wainggai dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun, namun beliau kemudian meninggal secara misterius di penjara Cipinang. Papua Barat dilanda berbagai protes besar-besaran selama tahun 1996. Tembagapura bergelora bagaikan air mendidih selama tiga hari (11-13 Maret). Numbai terbakar tanggal 18 Maret menyusul tibanya mayat Thom Wainggai. Nabire dijungkir-balik selama 2 hari (2-3 Juli). Salah satu dari aksi damai terbesar terjadi awal Juli 1998 di Biak, Numbai, Sorong dan Wamena, kemudian di Manokwari. Salah satu pemimpin dari gerakan bulan Juli 1998 adalah Drs. Phillip Karma. Drs. P. Karma bersama beberapa temannya sedang ditahan di penjara Samofa, Biak sambil menjalani proses pengadilan. Gerakan Juli 1998 merupakan yang terbesar karena mencakup daerah luas yang serentak bergerak dan memiliki jumlah massa yang besar. Gerakan Juli 1998 terorganisir dengan baik dibanding gerakan-gerakan sebelumnya. Di samping itu, Gerakan Juli 1998 dapat menarik perhatian dunia melalui media massa sehingga beberapa kedutaan asing di Jakarta menyampaikan peringatan kepada ABRI agar menghentikan kebrutalan mereka di Papua Barat. Berkat Gerakan Juli 1998 Papua Barat telah menjadi issue yang populer di Indonesia dewasa ini. Di samping sukses yang telah dicapai terdapat duka yang paling dalam bahwa menurut laporan dari PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) lebih dari 140 orang dinyatakan hilang dan kebanyakan mayat mereka telah ditemukan terdampar di Biak. Menurut laporan tersebut, banyak wanita yang diperkosa sebelum mereka ditembak mati. Realitas penuh dengan represi, darah, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan, namun perjuangan tetap akan dilanjutkan. Rakyat Papua Barat menyadari dan mengenali realitas mereka sendiri. Mereka telah mencicipi betapa pahitnya realitias itu. Mereka hidup di dalam dan dengan suatu dunia yang penuh dengan ketidakadilan, namun kata-kata Martin Luther King masih disenandungkan di mana-mana bahwa »We shall overcome someday!« (Kita akan menang suatu ketika!). 

Masa depan: Tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjek masalah di dalam Konferensi Meja Bundar, New York Agreement yang mendasari Act of Free Choice, Roma Agreement dan lain-lainnya merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (state violence) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. (Untuk Roma Agreement, silahkan melihat lampiran pada Karkara oleh Ottis Simopiaref). Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratis di dalam Pepera. Act of Free Choice disulap artinya oleh pemerintah Indonesia menjadi Pepera. Di sini terjadi manipulasi pengertian dari Act of Free Choice (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannya Pepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAM melawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyat Papua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belanda dan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Sejak pencaplokan pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang pro kemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya di hutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telah menyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyat Papua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesia pun semakin menyadari hal ini.
Menurut catatan sementara, diperkirakan bahwa sekitar 400 ribu orang Papua telah meninggal sebagai akibat dari dua hal yaitu kebrutalan ABRI dan kelalaian politik pemerintah. Sadar atau tidak, pemerintah Indonesia telah membuat sejarah hitam yang sama dengan sejarah Jepang, Jerman, Amerikat Serikat, Yugoslavia dan Rwanda. Jepang kemudian memohon maaf atas kebrutalannya menduduki beberapa daerah di Asia-Pasifik pada tahun 1940-an. Sentimen anti Jerman masih terasa di berbagai negara Eropa Barat. Ini membuat para pemimpin dan orang-orang Jerman menjadi kaku jika mengunjungi negara-negara yang pernah didukinya, apalagi ke Israel. Berbagai media di dunia pada 4 Desember 1998 memberitakan penyampaian maaf untuk pertama kali oleh Amerika Serikat (AS) melalui menteri luarnegerinya, Madeleine Albright. "Amerika Serikat menyesalkan »kesalahan-kesalahan yang amat sangat« yang dilakukannya di Amerika Latin selama perang dingin", kata Albright. AS ketika itu mendukung para diktator bersama kekuatan kanan yang berkuasa di Amerika Latin di mana terjadi pembantaian terhadap berjuta-juta orang kiri. Semoga Indonesia akan bersedia untuk merubah sejarah hitam yang ditulisnya dengan memohon maaf kepada rakyat Papua Barat di kemudian hari. Satu per satu para penjahat perang di bekas Yugoslavia telah diseret ke Tribunal Yugoslavia di kota Den Haag, Belanda. Agusto Pinochet, bekas diktator di Chili, sedang diperiksa di Inggris untuk diekstradisikan ke Spanyol. Dia akan diadili atas terbunuhnya beribu-ribu orang selama dia berkuasa di Chili. Suatu usaha sedang dilakukan untuk mendokumentasikan identitas dan kebrutalan para pemimpin ABRI di Papua Barat. Dokumentasi tersebut akan digunakan di kemudian hari untuk menyeret para pemimpin ABRI ke tribunal di Den Haag. Akhir tahun ini (1998) dunia membuka mata terhadap beberapa daerah bersengketa (dispute regions), yaitu Irlandia Utara, Palestina dan Polisario (Sahara Barat). Kedua pemimpin di Irlandia Utara yang masih dijajah Inggris menerima Hadiah Perdamaian Nobel (Desember 1998). Bill Clinton, presiden Amerikat, yang mengunjungi Palestina, tanggal 14 Desember 1998, mendengar pidato dari Yaser Arafat bahwa daerah-daerah yang diduki di Palestina harus ditinggalkan oleh Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yang mengadakan tour di Afrika Utara mampir di Aljasaria untuk mencoba menengahi konflik antara Front Polisario dan Maroko. Front Polisario dengan dukungan Aljasaria masih berperang melawan Maroko yang menduduki Polisario (International Herald Tribune, Nov. 30, 1998). Mengapa ada konflik di Irlandia Utara, Palestina dan Polisario? Karena rakyat-rakyat di sana menuntut hak mereka dan memiliki budaya serta latar-belakang sejarah yang berbeda dari penjajah yang menduduki negeri mereka. Realitas sekarang menunjukkan bahwa rakyat-rakyat di sana masih tetap berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan. Realitas sekarang di Papua Barat membuktikan adanya perlawanan rakyat menentang penjajahan Indonesia. Ini merupakan manifestasi dari makna faktor-faktor budaya, latar-belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia dan terlebih hak sebagai dasar hukum di mana rakyat Papua Barat berhak untuk merdeka di luar Indonesia.
Sejarah Papua Barat telah menjadi kuat, sarat, semakin terbuka dan kadang-kadang meledak. Perjuangan kemerdekaan Papua Barat tidak pernah akan berhenti atau dihentikan oleh kekuatan apapun kecuali ketiga faktor (hak, budaya dan latarbelakang sejarah) tersebut di atas dihapuskan keseluruhannya dari kehidupan manusia bermartabat. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi negara tetangga yang baik dengan Indonesia. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi bagian yang setara dengan masyarakat internasional. Perjuangan akan dilanjutkan hingga perdamaian di Papua Barat tercapai. Anak-anak, yang orang-tuanya dan kakak-kakaknya telah menjadi korban kebrutalan ABRI tidak akan hidup damai selama Papua Barat masih merupakan daerah jajahan. Mereka akan meneruskan perjuangan kemerdekaan Papua Barat. Mereka akan meneriakkan pekikan Martin Luther King, pejuang penghapusan perbedaan warna kulit di Amerka Serikat, "Lemparkan kami ke penjara, kami akan tetap menghasihi. Lemparkan bom ke rumah kami, dan ancamlah anak-anak kami, kami tetap mengasihi". Rakyat Papua Barat mempunyai sebuah mimpi yang sama dengan mimpinya Martin Luther King, bahwa »kita akan menang suatu ketika«.

Tulisan di atas dipetik dari diktat berjudul Karkara karangan Ottis Simopiaref. Ottis Simopiaref lahir tahun 1953 di Biak, Papua Barat dan sedang berdomisi di Belanda sejak 14 Maret 1984 setelah bersama tiga temannya lari dan meminta suaka politik di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta tanggal 28 Februari 1984.  

Oleh: Ottis Simopiaref

INDONESIA MENGHARGAI DAN MENGHORMATI POLITIK DEMOKRASI BANGSA MELANESIA PAPUA BARAT

Realita bangsa di mata dunia mengklaim bahwa kehidupan bangsa diatas hak adat dan budaya, hak  tanah dan alam bangsa lain di katakan miliknya. Saling dipermainkan, di perbudak,  saling mempunah, menindas, menganiaya, dan membunuh  antar bangsanya secara politik bertopeng fisik  buatan  diatas hak hidup oleh bangsa jajah lain, dibalik kebenaran  di ciptakan dan berikan oleh ALLAH Maha Tahu sendiri kepada umat manusia leluhurnya.

 
 
PANDANGAN UMUM

Kemajuan politik Budaya Bangsa tidak pudar dari kehidupan umat manusia di dunia ini diatas hak pedoman hidup bangsa sesuai jejaknya dari sejak pencipta Langit dan Bumi   Oleh Allah Tritunggal sendiri  telah menjalani abad-keabad tiada akan titik poin berakhir. Setiap serumpun bangsa-bangsa  hak untuk bersuara demi kehidupannya, sesuai jejak budaya bangsa diatas tanahnya sendiri dengan simbol bendera bangsa yang di sukai warna kemerdekaan bersama atraksi penuh ideal di balik adat dan budaya bangsa dimana mereka tempuh dari leluhurnya.

Dari zaman ke zaman telah jalani dengan penuh ciri kehidupannya tidak di ganggu gugat oleh pihak manapun baik dengan sistem apapun dapat di godainya, berupa model penindasan, penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, dan mempunahkan idealisme oleh suatu bangsa. Dengan landasan penuhnya saling menghargai dan saling menghormati dan saling menjaga antara perbedaan batas garis fatal setiap bangsa diatas hak tanah di dunia.

Zaman dahulu telah jejaki dengan penuh harapan di balik hak adat dan budaya bangsa, hak tanah dan alam milik bangsa  telah sudah ada diatas tanah itu, makluk anusia dan makuluk hewan lain sebagai kutu tanah dan kutu alam di tempatnya yang telah di berikan dan di tempati oleh ALLAH Maha Pencipta.

Namun berdasarkan semuanya telah tercipta serba lengkap di rana kehidupan bangsa, kini adalah peradaban menyuarakan diri untuk menata di muka dunia, di bawah cahaya  matahari, cahaya bulan mengikuti cahaya bintang kejora serumpun yang sedang bersuara melalui politik demokrasi penuh mengesankan dimana mereka bersoara di seluruh bangsa-bangsa dimana pelosok – pelosok dunia.

Tidak ada satupun kata dari bangsanya untuk membatasi dan menghalangi kemajuan membenah diri di depan mata bangsa dunia dengan kekuatan Alamnya dan Budaya bangsa yang telah darah daging bangsa itu sendiri. Demi Menyelamatkan jejak kehidpan bangsa yang sudah ada tercipta Alami tersebut.

Sama hal Bangsa melanesia di pulau Papua Bagian Barat yang sedang bersuara melalui politik Demokrasi dengan simbol bendera bangsa telah tersebar dimana keberadaan negara-negara terjajah diatas tanah Leluhur Tanah Papa Barat. Di Mata dunia telah Nampak kelihatan Mengakuinya  harus berdaulat atas hak veto adat dan budaya bangsa yang telah ada. Tidak ada negara terjajah satupun yang membatasi jalan demokrasi pembebasan bangsa papua barat termasuk negera indonesia yang mengklaim diatas tanah papua menjalani politik jebakan untuk penindasan, penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan, dan mempunahkan idealisme bangsa sudah ada itu. Dapat di harapkan saling menghargai dan saling menghormati dan saling menjaga karena semua rana kehidupan bangsa di saksikan oleh Cahata Mata Besat matahari, bulan dan bintang dimana Umat manusia jalani kehidupan serta makluk hidup dibawah cahayanya di bumi ini.

POLITIK DEMOKRASI BANGSA PAPUA BARAT  VS INDONESIA

Politik Demokrasi Bangsa Papua Barat terhadap indonesia belum berakhir dengan begitu nyata yang telah terjajah hingga dulu sampai sekarang sedang berjalan, telah mengatasnamakan bertopeng diatas hak hidup pedoman budaya dan tanah alam bangsa melanesia di tanah papua barat. Dengan fisik manipulasi indentitas bangsa Diatas tanah papua barat mengatasnamakan bangsa  Indonesia melayu diatas adanya  bangsa melanesia papua barat dengan simbol budaya bangsa “bendera Bintang Kejora” dengan “ lambang Burung Mambruk” dengan “simbol budaya Seni Tifa Papua”  yang telah terlukiskan oleh Wawasan Alam Alami Papua barat Sesuai Penciptaannya. Tidak salah berpolitik di awali dengan demokrasi pengibaran Bendera Bintang Kejora diatas tanahnya sendiri diatas tanah papua barat. Indonesia perlu memahami menghargai dan menghormati di balik Bintang kejora ada apa, salah di klaim atau benar menamai diri indonersia ini.  

Perkembangan Jejak politik Demokrasi Dengan begitu pesat hanya mengatasnamakan “Papua Barat vs Indonesia” adalah sekedar mencari jawaban yang sebenarnya di balik banyak negara-negara yang telah jejaki jajah diatas tanah papua barat dengan bersimbol budaya bertopeng. Kini belum berakhirnya demokrasi Hak Hidup Bangsa Diatas tanahnya sendiri, di sebabkan karena Negara-negara terjajah belum “Mengaku” di balik kepentingan perampasan Kekayaan bumi diatas tanah Papua Barat yang di sebut “PTFI” selanjutnya di tangani oleh Negara Indonesia di jembatani dengan Menamai politik “ Pepera 1969” di beri wewenang oleh Politik rekayasa Newyork Agreman tersebut. Adalah Mengklaim adat dan budaya, alam dan tanah bangsa yang di rampasnya.

Memberi wewenang mangatasnamakan indonesia, politik silang yang sangat membingunkan karena pulau papua berada kepulauan Benua Pacifik untuk pantau dan menjaga atas hanya sebatas pengambilan kekayaan Alam Bumi. Atas hal itu negara indonesia mengklaim menamai dirinya Papua barat dalam Rana NKRI adalah rekayasa politik di balik tata kehidupan ciri dan khas kehidupan budaya bangsa diatas tanahnya sendiri.

Berdasarkan semua manipulasi atas kekayaan alam papua barat ini rakyat papua tidak membiarkannya “Politik Demokrasi Bangsa Papua Barat” tiada berakhir sampai mengakunya membuka dokumen kebenaran yang di sembunyikan oleh negara-negara penjajahan melanjutkan “memberi penuh kewenangan di tangan rakyat Papua barat dengan damai”.
 Politik Demokrasi Bangsa Papua Barat telah menyebar luas mengetahu bangsa manapun di pelosok dunia adalah jalur kebenaran karena tidak dengan fisik merugikan bangsa lain. Hanhya membongkar bungkam atas mengklain mengatasnamakan diri diatas tanah papua di huni oleh bangsa melanesia dulu hingga selamanya itu.  Biarpun bagaimana Politik Demokrasi tersebut akan berlanjut sampai “Mengaku” atas keterlibatan manipulasi merampas hidup bangsa mmelanesia tersebut.

Negara indonesia tidak ada urat malunya yang sedang di lakukan atas kehidupan orang lain, telah dan sedang mengklaim menamai dirinya  dengan fisik tanpa kemanusiaan diatas Tanah Papua.  Sebenarnya hak siapa diatas tanah papua barat yang sudah ada realita di mata dunia dengan simbol bendera bangsa “BINTANG KEJORA”  telah sudah kibar tanpa berakhir. Indonesia mengklaimkan menamai dirinya pengbaran bendera bangsa “Merah Putih” adalah salah tempat, maka itu perlu di benahi Norma kemanusiaan dan saling menghargai dan menghormati atas salah sasaran yang di lakukan oleh Negara Indonesia.

Demokrasi suatu bangsa adalah demokrasi atas hak hidupnya yang di salah gunakan oleh orang lain, maka tandas ini indonesia di harapkan mengakuinya karena negara mempunyai moral dan martabat menghargai dan menghormati sesama bangsa beda ciri kehidupan. Berdasarkan menamai dirinya identitas Negara Indonesia diatas tanah papua adalah salah tempat dan salah satu bagian dari Negara yang Mencuri kehidupan bangsa lain berani masuk perampas kehidupannya Rakyat Papua diatas adanya indentitas (irian bara atau papua barat sebagai identitas negaranya) di mata dunia, berangkat dari budaya salah satu orang di pengaruhinya adalah salah di pergunakan dan adalah dosa di cahaya mata besar Mata hari, Bulan, bintang dan di mata Allah sendiri. Kini adalah peradaban pembebasan bangsa melanesia melalui Politik Demokrasi Papua Barat dengan damai”
 
INDONESIA MENGHORMATI KEBENARAN PAPUA

Negara indonesia mempunyai Moral/norma Pancasila berdasarkan lima sila sekarang sudah punah ini, Lima Agama sekarang sudah pecah bela ini, diatas manipulasi menamai diri identitas budaya bangsa lain di mana pulau nusanta khususnya tanah papua barat.

Di suasana Demokrasi bersuara atas hak hidup bangsa dengan penuh mengesankan perlu saling menghargai dan menghormati atas kebenaran secara jujur dan transparansi mengembalikan kewenangan budaya bangsa di negerinya sendiri.

Selama Politik demokrasi Papua barat yang selalu mengesankan di jiwa Pimpinan negara penjajah manapun pada khusunya indonesia sangat fakum seperti negara yang tidak mempunyai Norma dan Moral kemanusia yang saling menghargai dan menghormati atas kebenaran di depan matanya.

Bapak Presiden Republik indonesia sudah tau kedudukan bangsa melanesia diatas tanah papua dan Presiden Susilo Bambang Yudoyono sudah mengenang merasa malu atas salah di pergunakan atas kebenaran identitas bangsa diatas tanah papua. Yang telah menamai dirinya di balik adanya identitas bangsa Papua barat dan salah tempat pengibaran Merah putih diatas tanah papua barat atas adanya bendera bintang kejora. Maka pastilah presiden Susilo Bambang Yudoyono menghargai dan menghormati atas demokrasi hak nafas bangsa papua barat.

Belum lama lagi negara indonesia pasti tranparan dan jujur atas penyembunyian hak dan kebenaran bangsa melansia yang terselip di balik kertas bajakan memusnah. Dengan penuh harapan presiden terkesan dengan gejala kejadian demokrasi telah meluas di dunia tergegernya. Maka presiden pasti mengaku atas kesalah gunakan mengklaim dirinya diatas tanah papua tersebut. Untuk mengembalik kewenangan penuh di tangan rakyat papua barat sendiri. Dimana rekayasa dan manipulasi sejarah indentitas di balik sejarah identitas yang ada.

Pasti merasa malu dirinya dengan hal-hal yang telah lakukan di mata dunia pelanggaran HAM berat  terhadap rakyat papua barat tanpa kemanusiaan  selama pro perjuangan indonesia terhadap tanah papua ini. Keyakinan dan pasti presiden RI menghormati Idealisme Bangsa Melansia diatas tanah papua barat dengan penuh kehormatan atas kebenaran bangsa, bukan di tinjau dari berbagai metode tetapi dengan independen PENGAKUAN mengembalikan harga diri bangsa Melanesia diatas hak hidup di tanahnya  sendiri dengan damia.

Catatan :

Budaya bangsa Melayu tidak sama dengan budaya bangsa Melanesia di Asia Pasifik, maka kembalikan harga diri budaya bangsa melanesia di atas tanah papua barat dari mengklaim budaya bangsa melayu di rana Negara Republik Indonesia , Kembalikan Hak Veto Rakyat Papua Barat di negerinya sendiri dengan damai)*
 
 
Sumber Cahaya Bangsa Papua)
By : Agusmote
Pemerhati Budaya Bangsa
Senen Pagi : 19 Agustus 2011

NEGARA INDONESIA SAHABAT PENJAJAH TERHADAP RAKYAT PAPUA

NEGARA INDONESIA SAHABAT PENJAJAH DAN PEMBUNUH PAHLAWANKU 53 TAHUN DI TANAH “NEGARA PAPUA BARAT”
INDEPENDEN-News : Negara indonesia adalah negara sahabat dan negara tetangga akrap yang baik dalam mengenangkan penjajahan dan pembunuhan terhadap rakyat papua barat dan di belur darah “pahlawan-pahlawan perjuangan kemerdekaan negara papua barat’ di rana perjuangan diatas tanah papua bagian barat selama 53 tahun di deritakan tanah papua, alam papua dan rakyat papua oleh negara indonesia.
Pahlawan-pahlawan yang menderita tergugur darah belur di moncong senjata militer indonesia di pertempuran perjuangan kemerdekaan papua barat menyampaikan kata-kata detik tutup mulut adalah “negara indonesia sahabat penjajahku dan membunuhku”  yang tidak terlupakan akan terpecah.
Pahlawan-pahlawan tergugur di medan pertempuran perjuangan  membela hak tanah, hak alam, hak ideologi dan hak rakyat menuju kemerdekaan papua barat atas kedaulatan negara papua barat 1961, yakni :
  1. ARNOL APP ; pahlawan perjuangan beriringan dengan lagu-lagi mambesak terkesan bagi rakyatnya di pelosok papua barat dulu, kini, masa depan;
  2.  ONDOFOLO DORTHEYS HIYO ELUAY ; pahlawan perjuangan terkemuka diantara penjajahnya yang menyampaikan sejujurnya di depan negara indonesia akhirnya jatuh dara belur oleh negara indonesia.
  3. KELIK WALIK ; pahlawan Perjuangan di bara alam dan penjaga alam yang di bunuh atas mendebah oleh kaki tangan negara indonesia di siksa di berlurkan darah.
  4. TADEUS YOGI ; Pahlawan perjuangan di bara alam dan penjaga alam yang di bunuh atas mendebahkan oleh kaki tangan indonesia di siksa di belurkan darah.
  5. MAKO TABUNI ;  Pahlawan perjuangan terkemuka di bara penjajahan yang terpistol peluru oleh negara indonesia di belurkan darah.
  6. Dan banyak rakyat belur darah oleh moncong senjata militer negara indonesia sebagai pahlawan bangsa dan negara papua barat.  
Pahlawan-pahlawan akan terukir di ujung kemerkaan papua barat yang terkisah dan mensejarahkan membelah hak dan kebenaran atas ideologi bangsa dan negara republik papua barat. Sanubari rakyat papua barat tetap merindukan dan mengenangkan dalam rana perjuangan kemerdekaan papua barat. Pahlawan –pahlawan  pembela dan penembus jalan menuju negara papua barat arena kedamaiaan dan keadilan hidup bangsa di masa depan mempesona.
“kami mau merdeka, kami mau hidup damai di negara kami sendiri negara papua barat”
“WE WANT TO REFERENDUM”
Amoyepai)* Pembela Hak-Hak Bangsa”
SEJAK TAHUN 1961 TELAH BERDAULAT NEGARA FEDERAL REPUBLIK PAPUA BARAT

KEBANGKITAN NALAR EMANSIPASI IDEOLOGI BANGSA PAPUA BARAT

KEBANGKITAN NALAR EMANSIPASI IDEOLOGI BANGSA MENGANTARKAN  REVOLUSI KEMERDEKAAN RAKYAT PAPUA BARAT


 (Bangkit untuk keselamatan Harga diri ideologi bangsa, maju berjuang untuk bebas dan merdeka abadikan harga diri ideologi di atas tanah leluhurnya) 

“Kebangkitan Nalar sehati, sepikiran, sebangsa, setanah Papua barat (One People One Soul) membuktikan pembebasan bersama  ‘Cahaya Sang Bintang Kejora’ Cahaya simbolnya Ideologi Bangsa Rakyat Papua Barat telah ikut tiada berakhir dan tiada berhenti melewati gang-gang penderitaan di rana perjuangan selama 51 tahun bungkam di bawah  arus penjajahan Bangsa melayu indonesia. Tidak pernah padamkan pelita perjuangan dan semangat bangkit emanspasi Rakyat Papua untuk revolusi menyata kemerdekaan abadi ”.

Inilah Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa dan Negara Papua Barat 1 Desember 1961 dan selamat memperingati hari Hut Kemerdekaan Negara Papua Barat 1 Desember 2012 Selamat Merayakan Rakyatku Bangsa Papua Barat, itulah hari keselamatanmu.

Rakyat Papua Barat Sedang menempuh jalan mengikuti “cahaya Sang Bintang Kejora”   selama 51 tahun (Lima Puluh Satu Tahun) di bawah arus penjajahan, Sang Bintang Kejora tetap berkibar sampai keabadian diatas Tanah Papua Barat dengan damai.

Bangkitkanlah Emansipasimu, Revolusimu, Pembebasanmu, dari segala penegak diatas hak dan kebenaran. Tuhan Allah Alam Semesta Ada Di Pihak Kebenaran.

KEBANGKITAN PANDANGAN EMANSIPASI HAK BANGSA PAPUA

Kebangkitan Ideologi Bangsa Papua Barat serumput melanesia untuk revolusi kemerdekaan abadi diatas tanahnya sendiri yaitu tanah papua barat. Karena tidak di perbolehkan hapus dan tidak di perbolehkan bantah dan di punahkan diatas realita hak identitas ideologi bangsa di dunia dari abad ke abad tidak bisa di klaim oleh identitas bangsa lain. Ideologi bangsa hidup lebih hidup diatas realita bangsa tanahnya sendiri dengan alami Allah pencipta bangsa bersama alam semesta terbentuk. Sampai Tibanya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Alam semesta menggenapi Perjanjiannya, akan di pertanggung jawab sesuai tata bangsa di pelosok dunia.

Rakyat Papua Barat tetap Berdiri diatas Ideologi kebenarannya dengan semangat kebangkitan Pelita perjuangan emansipasi untuk revolusi menyata kemerdekaan diatas tikar ideologi bangsa papua. Dengan berkibar Sang Bintang Kejora di atas tanah papua barat (sorong sampai merauke) sebagai simbol keselamatan bangsa, dengan mengikuti cahaya bintang kejora menjemput Kerajaan Seribu tahun yang menanti di genapi janjinya.
Hak dan ketentuan diatas ideologi bangsa di dunia menyatakan bahwa; “menghapuskan penjajahan diatas hak ideologi bangsa, diatas hak tanah tempat leluhur bangsa yang tidak di perbolehkan klaim dan saling menindas antar bangsa di dunia”. Sudah jelas bahwa bangsa ras melayu indonesia sedang menindas dan menjajahkan bangsa ras kulit hitam di tanah papua barat selama 51 tahun. Adalah pelanggaran seberatnya di tanggung jawab di hadapan Tuhan Maha Pencipta, Tanggung jawab di hadapan mata bangsa di dunia dapat pengakuan sebagai dosa atas jeritan bangsa. 

Rakyat papua tetap berdiri atas hak ideologi bangsa tidak ada kata menyerah suasana apapun karena Ideologi tercipta oleh Allah di balik Alam dan Tanah Papua sudah mendasar. Dan Rakyat papua tetap berdiri ikut Cahaya sang Bintag kejora di ufuk Timur menjemput Raja Alam Semesta Diatas Bangsa-bangsa di dunia untuk genapi perjanjian. Namun harus di genapi terlebih dahulu perjanjian kemerdekaan papua barat menjadi sebuah negara bebas diantara negara-negara lain di dunia. 

Pelita emansipasi Kemerdekaan rakyat papua tetap berkobar-kobar di hati lumbung generasi ke generasi diatas hak ideologi bangsa, dan diatas tanah leluhur tanah papua barat. Rakyat Papua Dengan Hati dan Pikiran perkataan diatas Realita Tanah, Alam dan Bangsanya telah mengungkap di mata dunia dengan Cahaya Simbol bangsa Cahaya Bintang Kejora, sedang berkibarnya.

Emasipasi rakyat papua barat lawan dengan negara sedang menjajah negara indonesia di tanah papua tetap berada pada garis hak ideologi bangsa dan hak hidup diatas tanah papua, denga situasi apapun. Hak-hak dasar emansipasi rakyat papua tetap berdiri tegak tidak akan menyerah berada pada diatas garis dan tikar ideologi realita hidup di tanah Papua Barat yaitu :


  1.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak ulayat tanah adat pulau papua;
  2.  Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak geografis pulau papua
  3. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak Serumpun Melanesia
  4. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak ideologi bangsa Tifa papua;
  5.  Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak Honai rumah adat
  6.  Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak pakaian adat
  7. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak Kreatifitas hidup bangsa;
  8. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak doa animisme monoteisme;
  9. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak  suku bangsa mendiaminya;
  10. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak kulit hitam;
  11. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak keriting rambut;
  12.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak kawin antar kulit hitam
  13.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak kebersatuan bangsa;
  14. Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak keyakinan keagamaan;
  15.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak menjadi republik
  16.   Rakyat papua barat tetap berdiri diatas hak minta pengakuan
  17.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak membentuk negara papua barat (NFKRPB);
  18.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak berkibar bendera bintang kejora;
  19.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak bebas dengan damai
  20.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak tuan di negeri sendiri selamanya
  21.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak mengusir negara penjajah
  22.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada ideologi bangsanya sendiri;
  23. Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada kebenaran;
  24.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada kemerdekaan;
  25.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada pembebasan;
  26.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada bendera bintang kejora;
  27.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada kepercayaan animisme-monoteisme
  28. Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada adat suku bangsa mendiaminya
  29. Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada keyakinan agama, dan
  30.   Rakyat papua barat tetap berdiri tegak pada sosial budaya bangsa
  31.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada politik demokrasi bebas;
  32.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada  segala hak nafas bangsa
  33.   Rakyat papua barat tetap berdiri pada hak diatas berbagai hak-haknya



Rakyat papua barat telah berdiri kokoh Kenegaraan pada tahun 1 desember 1961 diatas segala hak hidup kebangsaan dan diatas hak serumpun ras di tanahnya sendiri tanah Papua Barat. Tanpa menyerah siap kibarkan bendera bintang kejora bintang keselamatan bagi bangsa papua barat.

Emansipasi rakyat papua tidak luput dari nafas kehidupan diatas tanah sendiri dan ideologi budaya bangsa sendiri. Emansipasi kemerdekaan bertumbuh dan berkembang pada awal pencipta telah titipkan dengan nalar pelitanya di balik Alam papua, Tanah papua, serta di lumbung hati Rakyat manusia papua generasi ke generasi pada setiap 250 suku yang mendiami di pulau papua adalah satu kesatuan serumpun melanesia. 

Benang merah rakyat papua barat tetap berdiri diatas garis pembebasan yang merdeka dan tetap berdiri pada garis kemenangan diatas kebenaran. Hidup rakyat papua tetap berdiri pada tonggak budaya bangsa dan tanah leluhur mereka, tidak bisa di kalahkan dan tidak bisa di hapuskan diatas realita tercipta. 

KEBANGKITAN REVOLUSI KEMERDEKAAN RAKYAT PAPUA BARAT

Obor Revolusi kemerdekaan Rakyat Papua Barat berada di tangan rakyat papua sendiri diatas ideologi Bangsa dengan dukungan-dukungan Negara-negara adi kuasa di belahan dunia yang telah dan sedang terkesan. Diatas identitas negara Papua barat telah berkibar Bintang Kejora pada tahun 1 Desember 1961 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Negara Papua Barat, di akuinya Bangsa Merdeka menjadi negara, hanya tinggal pengakuan indonesia. Negara indonesia sedang menjajah adalah negara pengantar untuk mengetahui bahwa Rakyat Papua promosi dan sosialisasi identitas negera dan identitas ideologi bangsa di pelosok dunia atas Hak Sumber Alam, Tanah dan leluhur bangsa di tanah papua biar ketahui di belahan dunia. 

Revolusi kemenangan bangsa papua barat diatas klaim negara indonesia telah mengantar melalui demokrasi dimana berseru bersama kibaran bintang kejora sedang berkibar di pelosok dunia untuk mengejar pengakuan yang telah tersembunyi di lembaran kepentingan kekayaan di tanah papua barat (PTFI).

Hari Revolusi kemerdekaan bangsa dan negara papua barat selalu di peringati 1 desember setiap tahun ke tahun tidak membiarkan di awali dengan doa-doa gabungan bersama gereja-gereja yang ada setiap kota sorong sampai merauke di tanah papua. Berseru untuk damailah tanah papua dan damailah kemerdekaan Papua Barat.

Kebangkitan revolusi rakyat papua mencapai pembebasan dan kemerdekaan untuk membongkar identitas negara yang tersembunyi perlu memagang peranan penting bertarung di balik penjajahan, harus memakai tak tik multi perjuangan semua lini dimensi untuk memantau; dan menggagalkan situasi politik negara penjajah. Untuk mematikan dan menggagalkan semua lini program tawaran pada ujungnya merebut tanah papua mengklaim negara indonesia di mata dunia tanpa nyali malu lidah ular bludak.

Revolusi kemenangan bangsa rakyat papua tekuni berbagai cara perlu di jalani Multi dimensi perjuangan untuk mencapai kemerdekaan di rana apapun adalah : multi demokrasi perlu di pegang, multi politik perlu di pegang, multi mediasi, multi ekonomi, multi situasional dapat di kuasai sejalan dengan multi politik sampai bintang kejora berkibar diatas tanah papua.

Memangnya indonesia menggodai Rakyat Papua Barat sudah 51 tahun Pelanggaran HAM sangat berat di pundak negara indonesia, tetapi pada suatu saat indonesia tetap mengaku setelah rakyat papua revolusi diatas tanahnya sendiri.

Pemikiran revolusi di tanah papua membangkitkan gaya pemikran baru untuk menghancurkan tata politik negara indonesia, meninjau dari politik ideologi bangsa dan negara lain. Bertujuan untuk menggagalkan dan memadamkan politik-politik kekerasan indonesia menghancurkan tatanan ideologi budaya bangsa ini, perlu di tegakkan yaitu :

  1.   Pulau papua bagia barat bukan termasuk kekuasaan negara indonesia klaim; melainkan kekuasaan negera federal republik papua barat
  2. Pulau papua bagian barat bukan bagian dari negara indonesia klaim; melainkan bagian dari negara papua barat sendiri serumpun melanesia;
  3. Pulau papua bukan pulau milik leluhur ras melayu; melainkan pulau papua milik ras kulit hitam papua barat rumpun serumpun melanesia;
  4. Pulau papua bagian barat bukan tempat lahan Militer indonesia; melainkan papua barat tempat lahan militer negara papua barat;
  5. Pulau papua bagian barat bukan lahan bisnis ilegal; melainkan papua barat tempat hidup rakyat pribumi papua dengan ekonomi-ekonomi berbasis;
  6. Ideologi budaya papua bukan ideologi indonesia;
  7. Rakyat papua barat kulit hitam pribumi bukan rakyat indonesia melayu;
  8. Negara papua barat bukan negara indonesia;
  9. Semua segala yang ada di atas tanah papua bagian barat jangan pernah klaim negara indonesia buat-buatan;
  10. Papua barat tidak sama dengan indonesia dan lain-lain
  11. Nyalakan obor kemerdekaan bangsa papua barat dengan tegak maju revolusi patriotisme bangsa papua di rimba kekerasan penjajahan negara indonesia 51 tahun, kebangkitan patriotisme kemenangan pembebasan bangsa dengan semangat, berwajah berpikir garis merah yaitu :
  12. Menggagalkan dan hapuskan identitas negara indonesia diatas identitas Negara papua barat dan bangkitkan identitas negara papua barat, negara abadi
  13.  Menggagalkan negara indonesia klaim merebut tanah papua selama 51 tahun tidak mampu; bangkitkan Negara Republik papua barat diatas tanah papua barat negeri abadi;
  14. Turunkan bendera merah putih diatas tanah papua barat dan ganti kibarkan bendera bintang kejora di pelosok-pelosok tanah papua barat bendera abadi;
  15. Menrobohkan lambang negara indonesia burung garuda (lampang pinjaman) diatas tanah papua barat dan gantikan lambang negara papua barat Burung mambruk diatas tanah papua barat, lambang abadi;
  16. Menggagalkan dan Cabut kembalikan program-program bajakan negara indonesia klaim; membangkitkan program-program negara papua barat untuk membangun negerinya sendiri;
  17. Menggagalkan dan cabut kembali angkatan bersenjata republik indonesia (tentara, polisi, intel, bin, bais); bangkitkan angkatan bersenjata republik papua barat yang asli;
  18.   Menggagalkan dan cabut kembali pedagang-pedagang indonesia berbaur kimia mematikan; dan membangkitkan pedagang-pedagang asli papua barat menjadi ekonomi teguh;
  19. Alam papua barat bukan alam indonesia klaim
  20. Negara indonesia gagal total diatas negara papua barat;
Bangkitkan dan ciptakan revolusi total menggagalkan identitas negara indonedia klaim diatas negara papua barat selama 51 tahun, selamatkan harga diri ideologi bangsa papua barat telah leluhur diatas tanah papua barat. FREEDOM)*

Perjuangan kemerdekaan papua barat adalah keselamatan harga diri dan ideologi budaya bangsa)*

 Nabire –Papua : Tgl 1 Desember 2012 


AGUSMOTE; 0:25
 
 

Apps Collection

 
Bintang Kejora Pictures, Images and Photos
referendum